Mendengar halwa telinga ‘Dalam Kenangan’ dendangan Kumpulan Wheels, mengorakkan mindaku untuk mencantum semula cebis-cebis kenangan bersama teman-teman yang semakin ‘pergi’ meninggalkanku. Menyandang gelar mahasiswa tahun akhir merupakan tanda aras bahawa aku dan teman-teman sekursus menjadi pelajar Ijazah Sarjana Muda paling tua. Ditinggalkan teman-teman; jiran-jiran dari kursus lain yang mengikuti Sistem Pengajian Tiga Tahun (SPTT), sementara aku dan teman-teman sekursus terpilih ke Sistem Pengajian Empat Tahun (SPET).
Hakikatnya, terlalu banyak kenangan bersama kalian yang jika aku titipkan di sini, hanya membuatkan hatiku sebak. Diamnya aku bukan bermakna aku pergi. Bukan jua aku lari. Di hatiku, kalian masih teman-teman yang aku akui dunia dan akhirat. Teman yang benar.
Aku masih di jalan ini. Sehingga ke titik akhir hayatku.
Khas untuk kalian yang aku cinta selalu, dari dasar hati paling dalam, halwa telinga yang digilai oleh Salsabila Fahim, Kamil dan Lam Ping Hai dalam Novel Tunggu Teduh Dulu− Dalam Kenangan. Lagu ini merupakan kiriman seorang adik untukku ketika pertelingkahan kecil dengannya berkenaan beberapa metafora alam, dan katanya; ini bukan perdebatan antara Kamil dan Lam Ping Hai yang mahu menjadi pelangi dan mentari.
Dan lagu ini juga bukan untuk mengenang watak-watak tersebut, tetapi sebagai rasa penghargaanku memiliki sahabat dan teman seperti kalian yang sentiasa cuba membimbing, dengan menggalas payah dan mengendong sabar. Terima kasih!
Dalam Kenangan
Bila terkenang masa lalu rasa terharu
Segalanya masih kekal dalam kenangan
Tiba di persimpangan jalan berpisah jauh
Sekian lama di rantau bersendiri.
Tiada lagi seruling senja mendayu
Tiada lagi ketawa riang bersama
Bila sepi mengusik hati
Semuanya kini dalam kenangan.
Aku kirimkan restu pada ayah dan bonda
Budi dan jasamu tetap dalam kenangan
Teman seiring jalan kini jauh dariku
Kemesraan kita tetap dalam kenangan.
Tiada lagi suara ombak di pantai
Tiada lagi bayu Teberau membelai
Di saat sepi begini
Semuanya kini dalam kenangan.
Bila masanya tiba nanti aku kembali
Pasti ada yang berubah dan tiada lagi
Dan bila kutinggalkan lagi kampung halaman
Segalanya kan abadi dalam kenangan.
-Kumpulan Wheels
1 comments:
Terlalu bermakna pengalaman dan kenangan itu bisa menitiskan airmata.........................Kembalilah kau kenangan segar ke dasar jiwa dulu kini dan selamnya..........
KENANGAN DEKLAMASI YANG MANIS...
Post a Comment